09 November

Pernikahan tradisional Adat Jawa

Oleh Admin Kategori Pernikahan

Pernikahan tradisional Adat Jawa

img-1541751647.jpg

 Pernikahan tradisional dikenal juga dengan sebutan pernikahan adat.

 Yogyakarta sebagai kota budaya, kental dengan adat Jawa. Oleh karena itu,    yang dibahas adalah adat Jawa.

            Perkawinan adat Jawa melambangkan pertemuan antara pengantin   wanita yang cantik dan pengantin pria yang gagah dalam suatu suasana   yang khusus sehingga pengantin pria dan pengantin wanita seperti menjadi raja dan ratu sehari. Biasanya perkawinan ini diadakan di rumah orang tua pengantin wanita, orang tua dari pengantin wanita lah yang menyelenggarakan upacara pernikahan ini. Pihak pengantin laki-laki membantu agar upacara pernikahan ini bisa berlangsung dengan baik.


Baca Juga : Prosesi upacara pernikahan adat jawa di Cirebon


Adapun berbagai, macam acara serta upacara yang harus dilakukan

menurut perkawinan ada Jawa adalah:

a) Lamaran

img-1541751759.jpgJika keduanya sudah merasa cocok, maka orangtua pengantin laki-laki mengirim  utusan  ke orangtua pengantin perempuan untuk melamar puteri mereka . Orangtua  dari kedua  pengantin telah menyetujui lamaran perkawinan. Biasanya  orangtua perempuan yang  akan mengurus dan mempersiapkan pesta  perkawinan. Mereka yang memilih perangkat  dan bentuk pernikahan. Setiap  model pernikahan itu berbeda dandanan dan pakaian  untuk pengantin laki-laki  dan pengantin perempuan. Kedua mempelai harus mengikuti  segala rencana dan  susunan pesta pernikahan, seperti Peningsetan, Siraman, Midodareni, Panggih.


 

Baca Juga : Melaksanakan pernikahan dalam dua adat ?? ini Tipsnya


b) Persiapan pernikahan

img-1541752024.jpgSegala persiapan tentu harus dilakukan. Dalam pernikahan Jawa yang paling dominan mengatur jalannya upacara pernikahan adalah Pemaes yaitu dukun pengantin wanita yang menjadi pemimpin dari acara pernikahan, ia mengurus dandanan dan pakaian pengantin laki-laki dan pengantin perempuan yang bentuknya berbeda selama pesta pernikahan. Karena upacara pernikahan adalah pertunjukan yang besar, maka selain Pemaes yang memimpin acara pernikahan, dibentuk pula panitia kecil terdiri dari teman dekat, keluarga dari kedua mempelai.

 

c) Pemasangan dekorasi

img-1541752160.jpg

Biasanya sehari sebelum pesta pernikahan, pintu gerbang dari rumah orangtua wanita dihias dengan tarub (dekorasi tumbuhan), yang terdiri dari pohon pisang, buah pisang, tebu, buah kelapa dan daun beringin yang memiliki arti agar pasangan pengantin akan hidup baik dan bahagia dimana saja. Pasangan pengantin saling cinta satu sama lain dan akan merawat keluarga mereka. Dekorasi yang lain yang disiapkan adalah kembang mayang, yaitu suatu karangan bunga yang terdiri dari sebatang pohon pisang dan daun pohon kelapa.

 

d) Siraman

img-1541752274.jpgMakna dari pesta siraman adalah untuk membersihkan jiwa dan raga. Pesta Siraman ini biasanya diadakan di siang hari, sehari sebelum acara pernikahan. Siraman diadakan di rumah orangtua pengantin masing-masing. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau di taman. Biasanya orang yang melakukan Siraman yaitu orangtua dan keluarga dekat atau orang yang dituakan.


e) Upacara midodareni

Biasanya pengantin wanita harus tinggal di kamar dari jam enam sore sampai tengah malam dan ditemani oleh keluarga atau kerabat dekat perempuannya. Biasanya mereka akan memberi saran dan nasihat. Keluarga dan teman dekat dari pengantin wanita akan datang berkunjung, dan semuanya harus wanita.

 

f) Srah –srahan

 img-1541752441.jpg

Kedua keluarga menyetujui pernikahan. Mereka akan menjadi besan. Keluarga dari pengantin laki-laki berkunjung ke keluarga dari pengantin perempuan sambil membawa hadiah. Dalam kesempatan ini, kedua keluarga beramah tamah.

Baca Juga : 9 Daftar Barang yang perlu di siapkan untuk seserahan


g) Upacara Ijab Kabul

Orang Jawa biasanya bicara lahir, menikah dan meninggal adalah takdir Tuhan. Upacara Ijab merupakan syarat yang paling penting dalam mengesahkan pernikahan. Pelaksanaan dari Ijab sesuai dengan agama dari pasangan pengantin. Pada saat ijab orang tua pengantin perempuan menikahkan anaknya kepada pengantin pria. Dan pengantin pria menerima nikahnya pengantin wanita yang disertai dengan penyerahan mas kawin bagi pengantin wanita. Pada saat ijab ini akan disaksikan oleh Penghulu atau pejabat pemerintah yang akan mencatat pernikahan mereka.


h) Upacara Panggih

Pertemuan antara pengantin wanita yang cantik dengan pengantin laki-laki yang tampan di depan rumah yang di hias dengan tanaman Tarub. Pengantin laki-laki di antar oleh keluarganya, tiba di rumah dari orangtua pengantin wanita dan berhenti di depan pintu gerbang. Pengantin wanita, di antar oleh dua wanita yang dituakan, berjalan keluar dari kamar pengantin. Orangtuanya dan keluarga dekat berjalan di belakangnya.


Baca Juga : Cara memilih penyedia catering yang berkualitas dan dapat di andalkan


i) Upacara Balangan suruh

Pengantin wanita bertemu dengan pengantin laki-laki. Mereka mendekati satu sama lain, jaraknya sekitar tiga meter. Mereka mulai melempar sebundel daun betel dengan jeruk di dalamnya bersama dengan benang putih. Mereka melakukannya dengan keinginan besar dan kebahagian, semua orang tersenyum bahagia. Menurut kepercayaan kuno, daun betel mempunyai kekuatan untuk menolak dari gangguan buruk.

 

j) Upacara Wiji dadi

Pengantin laki-laki menginjak telur dengan kaki kanannya. Pengantin perempuan mencuci kaki pengantin laki-laki dengan menggunakan air dicampur dengan bermacam-macam bunga. Itu mengartikan, bahwa pengantin laki-laki siap untuk menjadi ayah serta suami yang bertangung jawab dan pengantin perempuan akan melayani setia suaminya.

 

k) Tukar cincin

Pertukaran cincin pengantin simbol dari tanda cinta.

 

l) Upacara Dahar kembul

Pasangan pengantin makan bersama dan menyuapi satu sama lain. Pertama, pengantin laki-laki membuat tiga bulatan kecil dari nasi dengan tangan kanannya dan di berinya ke pengantin wanita. Setelah pengantin wanita memakannya, dia melakukan sama untuk suaminya. Setelah mereka selesai, mereka minum teh manis. Upacara itu melukiskan bahwa pasangan akan menggunakan dan menikmati hidup bahagia satu sama lain.

 

m) Upacara sungkeman

Kedua mempelai bersujut kepada kedua orangtua untuk mohon doa restu dari orangtua mereka masing-masing. Pertama ke orangtua pengantin wanita, kemudian ke orangtua pengantin laki-laki. Selama Sungkeman sedang berlangsung, Pemaes mengambil keris dari pengantin laki-laki. Setelah Sungkeman, pengantin laki-laki memakai kembali kerisnya.


n) Pesta pernikahan

Setelah upacara pernikahan selesai, selanjutnya diakhiri dengan pesta pernikahan. Menerima ucapan selamat dari para tamu dan undangan. Mungkin ini bagian dari kebahagiaan ke dua mempelaib dengan para tamu, keluarga serta para undangan.

Komentar
    • Belum Ada Komentar
Tambahkan Komentar

Indonesia English